Sukoharjo — Sebagai upaya menanamkan budaya hemat air di lingkungan sekolah, SMP Negeri 5 Sukoharjo memasang berbagai stiker dan imbauan bertuliskan “Tutup Kran Setelah Digunakan” di sejumlah titik area kran air sekolah. Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi Program Adiwiyata dan Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (GPBLHS).
Pemasangan stiker dilakukan di area tempat wudhu, wastafel, kamar mandi, dan beberapa titik sumber air lainnya yang sering digunakan oleh siswa maupun guru. Melalui pesan sederhana tersebut, sekolah ingin membiasakan seluruh warga sekolah agar menggunakan air secara bijak dan tidak membiarkan kran tetap terbuka setelah dipakai.
Kepala SMP Negeri 5 Sukoharjo menjelaskan bahwa edukasi hemat air perlu dilakukan secara terus-menerus agar menjadi kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari.
“Air merupakan sumber daya yang sangat penting. Dengan adanya stiker peringatan ini, kami berharap siswa semakin sadar untuk menghemat penggunaan air dan menjaga lingkungan sekolah,” ujarnya.
Program tersebut dilaksanakan oleh tim Adiwiyata bersama kader lingkungan sekolah dengan melibatkan siswa dalam proses pembuatan dan pemasangan stiker. Selain memasang imbauan, para siswa juga melakukan sosialisasi kepada teman-temannya tentang pentingnya konservasi air dan dampak pemborosan air bersih terhadap lingkungan.
Koordinator Adiwiyata sekolah mengatakan bahwa langkah sederhana seperti memasang peringatan di area kran dapat memberikan pengaruh besar terhadap perubahan perilaku warga sekolah.
“Edukasi tidak selalu harus melalui teori di kelas. Melalui tulisan dan pembiasaan sehari-hari, siswa dapat belajar langsung menerapkan perilaku ramah lingkungan,” katanya.
Kegiatan ini mendapat respons positif dari para siswa. Mereka mengaku lebih sadar untuk memastikan kran tertutup rapat setelah digunakan. Bahkan beberapa siswa mulai saling mengingatkan apabila menemukan kran yang masih mengalir.
Selain mendukung penghematan air bersih, program ini juga menjadi bagian dari pendidikan karakter peduli lingkungan yang terus dikembangkan di sekolah. Sekolah berharap kebiasaan hemat air tidak hanya diterapkan di lingkungan sekolah, tetapi juga di rumah dan masyarakat.
Melalui pemasangan peringatan “Tutup Kran”, SMP Negeri 5 Sukoharjo menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya disiplin, peduli lingkungan, dan pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan menuju sekolah Adiwiyata yang ramah lingkungan.

0 Komentar